Total Tayangan Halaman

Minggu, 27 November 2011

Diantara Bintang by Hello Band

Maafkan aku yang slalu menyakitimu
Mengecewakanmu,dan meragukanmu
Tersadar aku memang kamu yang terbaik
Terima aku,cintai ku apa adanya
Diantara beribu bintang
Hanya kaulah yang paling terang
Diantara beribu cinta,pilihanku hanya kau sayang
Takkan ada selain kamu
Dalam sgala keadaanku
Cuma kamu,ya hanya kamu
Slalu ada untukku

(kembali ke awal )

Tuhan Jagakan Dia by Motif Band

Hanya dirimu yang ku cinta
Takkan mmebuat aku jatuh cinta lagi
Aku merasa kau yang terbaik untuk diriku

Walau kutau kau tak sempurna
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya ku kan tetap setia kepadamu

Reff : Tuhan jagakan dia,dia kekasihku
Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai,sungguh menyayangi
Setulus hatiku

Walau kutau kau tak sempurna
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya ku kan tetap setia kepadamu
Back To Reff 2x

Minggu, 20 November 2011

Maafkan Aku by D'Bagindas

Maafkan ku menduakanmu
Mencintai dia dibelakang kamu.. kamu..
Salahkah semua tingkahku yang keterlaluan menyakiti kamu.. kamu
Kutak bisa menahan rasaku, saat kau jauh dariku tak bisa hidup tanpa cinta.. cinta...

Reff :
Maafkanlah ku melukis luka
Membuatmu bersedih,mengundang air mata
Cinta tak mengapa kau marah
Tapi 1 ku pinta,jangan kau usaikan kita..

Kutak bisa menahan rasaku, saat kau jauh dariku tak bisa hidup tanpa cinta.. cinta...

Maafkanlah ku melukis luka
Membuatmu bersedih,mengundang air mata
Cinta tak mengapa kau marah
Tapi 1 ku pinta,jangan kau usaikan kita.. 

Maafkanlah ku melukis luka
Membuatmu bersedih,mengundang air mata
Cinta tak mengapa kau marah
Tapi 1 ku pinta,jangan kau usaikan kita..

maafkan aku.. maafkan aku.. maafkan aku... maafkan aku..
maafkan aku...

Sabtu, 19 November 2011

cerpeenkuuu


Senyum Terakhir itu...


Aku Rida,umurku 15 tahun,aku bersekolah di SMA favorit di kota B. Aku seneng banget sama yang namanya karate. Walau masih sabuk kuning karena memang baru 1,5 tahun lalu aku aktif mengikuti kegiatan dan kejuaraan karate. Aku mempunyai sahabat bernama Lintang. Lintang itu anaknya centil,cerewet,tapi kalau berurusan dengan OSIS dia selalu sangat serius,karna dia merupakan wakil ketua 1 di sekolahku. Walau umurku sudah 15,sperti banyak dialami anak remaja yaitu pacaran,aku sekalipun belum pernah pacaran sama sekali. Bukannya nggag laku,tapi karna aku tidak pernah memikirkan hal-hal tersebut. Tapi kemudian semua itu musnah ketika muncul cowok cool nan ramah bernama Rendra.
“Pagi kak...” sapa ku ramah pada kak Rendra
“Eh iya pagi juga deg,bgaimana persiapan kejuaraannya??” jawabnya ramah namun tetap cool.
“Heem masih sedikit kak,karena saya kemarin sempat cedera,tapi nggak parah kok kak”
“Aduh segera diobatin gih,nanti tambah parah. Yaudah aku ke kelas dulu ya,dadaa dedeg” sambil menyubit pipiku
“Aduhh kakaak sakiiit” kataku sambil menahan sakit
“Hehe maaf deg,aku duluan yaa”
“Iya kak hati-hati” kataku sambil tersenyum manis
**********
“Rid?Ridda??RIIIDAAAAA...!!!!” triak Lintang membangunkan lamunanku
“Apaan sih tang,bikin kaget ajaaa!”
“Abisnya kamu nggak dengerin ceritaku sih,malah ngelamun senyum-senyum sendiri!”
“Eh aku ndengerin kook”kataku berbohong
“Apa cobaaak?? Kata Lintang seakan menuduh
“Hehe..” hanya itu yang bisa aku katakan
“Haduuuh,kamu kenapa sih kok senyum-senyum sendiri?? Kamu ketemu kak ganteng yaaa???” Katanya menebak
“Hehe,iyaa taang,aku sseneeeenngg banget,tadi pipi aku dicubit sama kak Rendraaaa!!” Kataku bersemangat
“Ciyee ciyee ada yang kasmaran nich. Alo aku lagi patah haatiii Rid” katanya sambil cemberut
“Marco lagi?? Siapa sih dia? Dan apa hebatnya dari dia yg playboy cap kuku kaki kayak gitu!”
Emang aku benci banget sama dia,dari SD 1 sekolahan terus,liat semua kelakuan dia aku jijik banget,dan kenapa makhluk seperti dia bisa masuk sekolah kayak gini??
“Eh,kamu bilang apa tadi??” tiba-tiba Marco berdiri disamping kami
“Eh Marco,nggak kok kami nggak bilang apa-apa” kata Lintang sok imut
“Apa? Kamu marah aku sebut kamu playboy CAP KUKU KAKI!”
“Apa kamu bilang,rsain nih!” tiba-tiba tangannya terangkat dan siap-siap memukulku,aku cuman bisa menunduk
“Eh jangan kasar donk sama cewek!” tiba-tiba tangan kak Rendra mencengkram tangan Marco. Oh kak Rendra you’re my Guardian angel!!
“Apa sih loe gak usah ikut campur,ini urusan gue sama dia!”
“Ini urusan gue,karna gue udah nganggep dia adik!!” setelah mendengar ucapan itu,aku syock banget,ternyata aku hanya dianggap adik. Sedih bercampur senang dan lain sebagainya
“Oke! Mending gue cabut dripada disini gak penting sama sekali!” kata Marco bergegas pergi
“Kamu nggak papa deg??” tanya kak Rendra cemas
“Nggak kok kak nggak apa-apa,makasih tadi udah bantuin” kata ku tersenyum
“Kan aku kakak mu deg,masak tega biarin adik nya kenapa-kenapa,iya nggak deg” sambil mengelus-elus rambutku. Hanya senyum kecil yang terlontar dari bibir ini
Malam pun datang,seperti biasa,aku hanya duduk duduk bersantai di balkon,sambil menikmati udara yang begitu bersahabat,bintang-bintang hari ini begitu berani menampakkan diri,serta bulan yang hanya tinggal 1/3 nya. Tiba tiba aku teringat kata-kata kak Rendra tadi,begitu menancap di hati,ternyata dia hanya menganggapku adik,pupuslah harapanku pada nya. Dan sedetik kemudian pikiranku beralih pada Marco,mengapa dia begitu angkuh dan playboy?? Hanya pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Tiba-tiba handphone ku berdering tanda 1 pesan. Dari kak Rendra,baca : hay adek cantik,lagi apa nih?kakak g3 gak??. Tak ada niat untuk ku balas sms itu,dan aku hanya memandangnya sedih namun tak ku balas sms dari dia. Lima menit kemudian,hapeku berdering lagi. Kali ini dari nomor yang nggak ku kenal.
 From: 085335568244
 Read : heh cwex sok berani! Loe tu gag ada apa-apa nya dibanding gue,gimana kalo gue tantang loe?gmana?blz.
Haduh tau dari mana ni anak nomor handphoneku? O ya psti tau dari mading untuk pendaftaran karate itu. Balas gak ya?? Ok aku balas deh.
To : Playboy Kuku Kaki
Write : ok,gimana kalo ulangan matematika nanti yang dapat nilai pling baik dia yang menang,setuju??blz. Semenit kemudian balasan dari dia datang
From : Playboy Kuku Kaki
Read : ok,yang kalah harus mau nurutin kata-kata yang menang. setuju?
Haduch aku syock dnger nya,dibalas apa ya?
To : Playboy Kuku Kaki
Write : ok,setuju,selama masih dalam batas-batas wajar!
Sms dia pun datang laagi
          From : Playboy Kuku Kaki
 Read : ok tenang ajah!
*****

Hari yang kutunggu tunggu datang,ulangan matematika sebagai taruhan ini harus bisa ku menangkan,aku lihat Marco tersenyum kecil memandangku. Waaw itu senyum pertama menurutku sejak dia bersekolah di sini. Dan... dia lumayan juga...
“ Siap-siap aja loe bakal kalah!” dengan senyum sinisnya
“maaf,terlalu bagus untuk kamu menang!” jawabku dengan muka jutek
Ulangan matematika pun dimulai. Aku yakin bisa mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Setelah 45 menit,ulangan pun diakhiri. Saatnya mencocok kan nilai. Sejauh ini belum ada dariku 1 pun salah. Namun di nomor 5,aku salah menulis tanda dan akhirnya nilaiku hanya 95,tidak apa lah,aku yakin nilai dia lebih kecil dari aku. Pembacaan nilai pun dimulai,tiba giliranku..
“ Farida Rintang Atmaja,95” Kata Bu Endang. Teman-temanku menyorakiku
“ Ferdianta Marco,100” setelah mendengar kata-kata itu,aku tercengang,ternyata dia lebih mahir daripada aku,entah apa yang kupikirkan sekarang.
“Gue menang!” kata dia kepadaku dengan senyum manisnya nan licik
“Trus? Mau loe apa??”
“ Nanti gue sms elo!” kata dia seraya pergi
“ Rid?!!” kata Lintang
“ Iya tang..” jawabku lemas
“ Baru kali ini aku lihat senyum Marco dan ternyata begitu manis!”
Bagiku itu adalah sebuah ancaman. Entah apa yang dia minta nanti,aku harus menurutinya mau tak mau sebagai wujud pertanggung jawabanku.
Handphone ku berdering. SMS dari Marco
“ Heh,gue menang! Pokoknya loe nanti harus jalan bareng gue,masalah makan gue traktir.Nanti gue jemput dirumah elo. See you J
Mau nya anak ini apa sih?kenapa bikin aku sebel melulu. Okelah aku harus nepatin janji...
Dia sampai didepan rumahku menaiki Thunder nya. Aku hanya pasang muka jutek dan beranjak kluar. Dia bertanya,senyum saja lah,aku gak bakal jahatin kamu. Suaranya terkesan dibuat-buat ramah dan aku sangat muak mendengarnya.
Tibalah kami di warung makan bebek goreng dipinggir jalan. Aku heran orang sekaya dia suka sekali makan di pinggir jalan seperti ini. Dia menawarkan makanan apa yang ingin aku pesan,aku hanya menjawab terserah dia saja.
“Eh aku boleh tanya nggak?” Tanyaku membukan pembicaraan
“Boleh,tanya apa?” Tanya nya sedikit ramah
“ Kamu kenapa sih jadi playboy??” Tanyaku polos
“ heemm,aku pengen ngerasain aja kasih sayang dari orang-orang,dan kenapa kamu dari SMP nggak pernah pacaran??” tanyanya balik
“ Karena bagiku pacar nyusahin doank,aku sih lebih baik kumpul-kumpul sama keluarga daripada jalan sama pacar” Jawabku panjang lebar. Ku lihat raut muka nya berubah seketika menjadi cukup muram.
“ Kamu kenapa co??” Tanyaku panik
“ Enak ya kamu punya keluarga lengkap,selalu rukun,sedangkan aku? Untuk berkumpul menonton TV bareng aja susah! Mereka sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri” Katanya sedikit curhat. Dan aku tau mengapa dia jadi playboy,karena di rumah tak ada kasih sayang dari orang tua nya.
“ Kamu yang sabar ya, kamu bisa cerita apa aja kok sama aku.Aku bakal dengerin dan kasih solusi yang terbaik buat kamu. Keep smiling!!” Kataku bersemangat
“ Hahahaha,bener banget ya kata Lintang tentang kamu”
“  Emang Lintang ngomong apa!” Tnyaku kaget
“ Dia bilang,kamu cantik dan penuh energi,kamu selalu bersemangat dalam segala hal,aku salut sama kamu!” Jawabnya dengan senyum yang begitu mempesona. Aku tersihir dengan senyum kecilnya.
“Rid kamu mau ikut aku sebentar nggak?” Tanya Marco tiba-tiba
“ Kemana??”
“ Pokoknya indah deh!”
Kami pun meninggalkan warung itu,dan menaiki motor lalu pergi ke tempat yang Marco ucapkan tadi. Ternyata dia mengarah pada taman dengan bukit-bukit kecil yang indah. Disini bintang-bintang terlihat sangat jelas. Marco pun mengajak ku masuk ke sana.
“ Kamu ngapain ngajak aku kesini??” tanyaku heran
“ Aku suruh nemenin lihat bintang,klihatannya kamu suka bintang ya?”
“ Kamu tau darimana??”
“ Waktu SD dulu..”
Kami pun tertawa bersama-sama. Aku memang menyukai bintang,seperti kata Marco. Aku terkejut padanya karena sikapnya yang berubah kepadaku
“ Kamu tu aneh ya!” kata Marco
“ Aneh apanya??” tnyaku bingung
“ Cuman kamu satu satu nya cewek yang cuek banget sama aku,padahal kita kenal kan udah hampir 6 tahun..”
“ Aku gak suka aja sama sifatmu” jawabku singkat
“ Itu karena kamu nggak tau apa yang aku rasakan sekarang. Aku butuh cewek yang memang bener-bener mengerti aku,bukan memanfaatkanku,aku kecewa dengan semua wanita!”
“ Nggak semua wanita kayak gitu,aku juga wanita dan aku nggak kayak gitu”
Dia tidak menjawab,hanya diam,lalu berbaring di pundakku. Aku kasihan melihat dia,namun ada perasaan lain yang muncul. Apakah cinta??
“ Co?” dia tidak menjawab..
“ CO??!!” tak ada jawaban. Aku melihat darah mengucur deras di jaketku,dan ternyata berasal dari hidung Marco. Dia terbangun seakan-akan baru saja tidur lama
“Aku kenapa?” tanyanya padaku
“ Loe pingsan co,loe kenapa? Loe sakit aapa??!!” Tanyaku panik
“ Aku nggak papa kok,ayo aku antar pulang.”
“ Tapi co..!”
“ Udah nggak apa-apa”
******

Di kelas udah ribut banget,aku bingung nggak seperti biasanya kayak gini. Waktu aku masuk,mereka memandang sinis dan tidak suka padaku. Ternyata gara-gara beritaku jalan dengan Marco kemarin tersebar luas. Mereka mencibirku,tak terkecuali sahabatku sendiri,Lintang.
“Dasar munafik!” kata Lintang kasar padaku
“Ada apa tang??” jawabku bingung
“Belaga bego lagi,loe kemarin jalan sama Marco kan! Ngaku deh” kata Tari sinis
“ehm,tapi aku nggak ada apa-apa dan nggak ada niat apa-apa” kataku
“ Loe tu temen makan temen tau nggak,dasar penghianat”
Aku ditinggal sendiri di kelas,mereka semua pergi,siapa yang mengetahui aku pergi dengan Marco? Apa Marco yang membocorkannya?? Aku harus bikin perhitungan sama dia! Tapi aku nggak ngeliat dia 1 hari tadi. Kemana dia?
To : Palayboy Kuku Kaki
Write : Marco,loe dmana?bls
Semenit kemudian..
From : Playboy Kuku Kaki
Read : aq nggak msuk skul..
Ha? Kenapa dia nggak masuk?? Aku tanya dia nggak ya??
To  : Playboy Kuku Kaki
Write : kamu knapa nggak masuk??aku butuh penjelasan atas semua ini!
Dia tidak membalas,hanya mengirimkan pesan kosong yang tak kuketahui arti sebenarnya...

Hari demi hari benar-benar menyiksaku. Semua cewek di sekolahku mencibirku. Hanya saja,sikap Marco lebih manis kepadaku dan semakin cuek pada semua wanita disekolah,itu menambah deritaku yang setiap hari harus melihat mereka menghinaku\
“Rid??” tanya Marco
“iya co..” jawabku letih
“Kamu nggak apa-apa kan Rid??” Tanya Marco memastikan
“ Nggak kok co,justru aku yang harusnya tanya sama kamu,kamu kenapa akhir-akhir ini kliahatan pucat?kamu ada masalah??”
“Sedikit Rid,tapi nggak apa-apa kok aku bisa ngatasinya”
Aku senang melihat Marco yang sekarang,walau di mata mereka tetap saja angkuh,tapi bagiku dia dalah sosok pria yang bijaksana,melebihi kak Rendra...
“Rid,kamu ngapain disini??” Tanya Kak Rendra dan memandang aneh pada Marco
“ Ya mau makan lah kak,masak mau pup,ada-ada aja kakak ini”
“maksudku kenaapa...”
“ Kenapa kamu sama aku!Gitu lho Rid! Oke deh aku permisi dulu” Kata Marco lalu pergi
“ Lhoh lhoh co!!” kata ku setengah berteriak
“hehe,adik nggak apa-apa? Kakak duduk sini ya nemenin kamu” katanya tersenyum
Entah mengapa aku tidak suka sikap Kak Rendra pada Marco dan aku justru ingin mengejar Marco daripada duduk berdua dengan kak Rendra. Yasudahlah...
******
“ co aku mau ngomong sama kamu..”
“ada apa tang??”
“aku mau bilang sesuatu sama kamu,hati-hati dengan Rida. Kamu hanya didekati untuk mengambil kepopuleranmu”
“kamu salah besar!”
“maksudmu..!!?!?!?
“ Rida adalah sosok cewek yang benar-benar aku sayangi sekarang,dan berkat dia,aku udah nggak ada niat buat jadi playboy. Lebih baik kamu baikan aja sama dia karena jika dia terluka sedikitpun,aku nggak akan segan-segan mencari dan membalas nya! Ingat itu!!”
“CO..?!!!”
******
“Rida..”
“iya tang ada apa?”
“aku mau minta maaf sama kamu,aku terlalu cemburu sama kamu,maafin aku ya Rid,aku mau pindah ke S,aku titip Marco ya..”
“ Lintang kamu nggak serius kan??”
“aku serius Rid,Marco butuh kamu,aku yakin dia bakal bahagia sama kamu,cukuplah aku jadi cinta sesaatnya”
“Lintang..!!” Aku menangis memeluk Lintang...


“Rid..”
“Iya co ada apa”
“aku mau ngomong sama kamu” kata Marco gugup
“iya ngomong aja co” jawabku ramah
“ehm..,nanti aja deh ya,nanti malem aku jemput kamu,oke?”
Aku bingung,kenapa sikap dia padaku sekarang menjadi begitu ramah? Dan mengapa aku begitu nyaman disampingnya,aku sekarang begitu mengaguminya,aku jatuh cinta padanya!!
“Udah siap Rid??”
“okeee”
Marco melajukan motornya menuju Taman waktu dulu. Aku senang sekali karena ternyata di sana banyak sekali bintang dan bulan sedang purnama. Indah nya tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Kami berbaring di padang rumput yang sangat luas.
“ Rida,aku mau ngomong sesuatu..”
“Iya co ngomong aja”
“ Akuu..aku...”
“Eh cooo hujaan!! Kita pindah yuk!!”
Aku dan Marco berpindah tempat untuk berteduh. Disini sangat dingin,angin menusuk tulang begitu nyeri rasa nya. Aku melirik ke kanan. Ya ampun!! Wajah Marco pucat dan tubuhnya menggigil.
“ Marco kamu nggak apa-apa kan??!!!” tanyaku panik
“nggak apa-apa kok Rid” jawabnya tertawa
“ kamu masih bisa tertawa? Lihat badanmu,ini jaketku pakai lah,mungkin bsa membantu” sambil ku selimutkan padanya. Namun 2 menit kemudian
“ sudahlah,pakai lah,aku sudah hangat”
“tapi....” Tiba-tiba Marco pingsan,hidungnya mengeluarkan darah,aku panik dan hanya bisa berbuat seadanya,menelepon kak Rendra...Lima menit kemudian dia pun datang
“ Kenapa dia Rida??!!”
“ Dia pingsan kak!! Aku takuut” jawabku menangis
“ Coba aku lihat...”
“ Bgaimana kak..??!!”
“Dia...dia,.”
“Kak JAAWAAAB..!!!”
“dia udah nggak ada Rid,kamu yang sabar ya..”
“enggak enggak mungkin kak! Kakak salah! Enggak dia enggak mati,dia ngggak boleh pergi! Aku sayang dia!! Aku nggak mau dia pergi,kaaak bantu akuu kaaak,dia nggak boleh pergi!! Aku mohon kaaaaak” kataku sambil menangis keras
“ Tuhan udah berkata lain Rid,dia sudah tenang disana,kamu nggak boleh gini..”
*******
Kata-kata kak Rendra benar-benar bagai petir di siang bolong,aku tercengang mendengarnya,orang yang begitu aku sayang,pergi! Sahabat,sekarang Marco! Apa salahku Tuhan..?!?! Aku tak sanggup melihat wajah terakhirnya,di rumahnya,aku hanya bisa menangis tanpa bisa berkata apa-apa,semua berlalu begitu cepat,dan aku tak rela dia pergi disaat aku benar-benar menyayanginya..
“Rida sabar ya,3 hari yang lalu,Marco titip surat,dia bilang jangan dibaca dahulu sebelum waktu yang tepat,kukira sekarang waktu yang tepat,bisa kubaca?”
“iya kak..” kataku sambil menangis
Aku miris melihat surat yang berisi tulisan tangan Marco,dan banyak ceceran darah pada kertas itu. Aku tak dapat menahan tangis melihatnya
“ Gimana Rid,yakin aku baca?”
“ Baca saja kak.”
“ Dear kak Rendra,disini gue bukan mau cari masalah,gue mau cuman titip pesen aja sama elo,gue yakin elo bisa dipercaya,gue mohoon banget alo gue nggak ada nanti,gue titip Guardian angel gue,Rida,tolong banget loe jaga dia,karena gue nggak mungkin bisa jaga dia karna penyakit leukemia gue ini,gue harap loe bisa jaga pesen gue ke elo! Trims sebelumnya,and bilang sama Rida gue cinta ma dia. Makasih. Marco”
“ MAAARCOOOOO..!!! LOE JAHAT! LOE NINGGALIN GUE..!! GUE BENCI ELOOO,ELO PERGI EBELUM LOE TAU ISI HATI GUE YANG SEBENERNYA..! GUE CINTA SAMA ELO COO,JANGAN PEEERGII..!!!!”














TAMAT

Sweet Memory